Buruknya Penyaluran Bansos di DKI Jakarta, Ketua DPD GERCIN DKI Angkat Bicara.

  • Whatsapp

Jakarta Timur Monitoringjak.com
Menyingkapi Penyaluran bantuan sosial ( Bansos ) dari pemerintah khususnya di wilayah DKI Jakarta, yang diduga tidak transparan dan membingungkan masyarakat dalam proses pembagianya, bahkan menimbulkan permasalahan baru yang tak berkesudahan.
Sehingga menciptakan sebuah kesan kurang cepatnya pemerintah dalam menanggapi setiap permasalah yang menyangkut kepentingan masyarakat saat saat masa PSBB dengan tujuan memutus rantai wabah Virus Corona atau yang biasa disebut Covid-19 ini.

Dan akhirnya masalah ini mendapat tanggapan negatif dari beberapa kalangan karena dianggap sangat memicu rasa cemburu sosial yang tinggi di masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal ini, Ketua DPD GERCIN DKI JAKARTA lRMA INDRIANI angkat bicara.
Irma mengatakan bagi lnstansi yang terlibat dalam penyaluran Bansos ini, jangan hanya mencari aman seperti orang memegang bara api. Asal lepas dari tangan, merasa telah aman dan selesai karena sudah menyerahkan kepada tangan berikutnya, tanpa ada pengawalan lebih lanjut yang akhirnya bantuan tidak jelas alamatnya.
Irma juga menekankan bahwa Lurah setempat dan jajarannya harus detail mengawal dan mengawasi sampai ketangan masyarakat yang behak menerima.

Bahkan lrma mengatakan pesan dan janji dari Presiden dan Gubernur DKI bahwa semua yang ada dan domisili di DKI harus dibagi, karena semua warga DKI terkena dampak Virus Corona ini.
Jangan tebang pilih dan main mata dalam pembagian, karena hal ini rentan terjadi di lingkungan RT saat pembagian makanya perlu dikawal.
Bila ada warga yang mendapat 2x, sementara yang lain belum dapat, RT nya harus di tindak karena itu kesalahan mutlak atau patut dicurigai.

Baca Juga :   Kritik Jokowi Kapan ke Sintang, Fadli Zon Ditegur Prabowo

Dan Lurahpun jangan merasa urusan sudah selesai saat barang sudah disalurkan kesetiap RW, dan Lurah harus mendengar suara dari warga, apa sudah kebagian atau belum.
Jangan sampai terjadi ada yang kebagian 2x sementara yang lain belum mendapatkannya.
Dalam hal ini seorang RT adalah orang yang bertanggungjawab paling akhir dalam pembagian ini.
Semua data yang sudah dibagi dan yang belom di bagi seorang RT harus mempertanggungjawabkannya.
Karena RT adalah orang yang tau akan data dan jumlah warganya.

Ketua DPD GERCIN DKI Irma lndriani juga menjelaskan sebuah penemuannya, kalo di wilayah Pulo Gadung dia juga menemukan ada biaya antara 15 ribu sampe 45 ribu untuk menebus sembako tersebut.Hanya dalam hal ini lrma tidak menjelaskan secara rinci wilayah RT/RW nya.

Terkait adanya kabar di daerah Kelurahan Penggilingan ada satu keluarga yang memiliki kontrakan hampir 100 pintu malah bisa mendapatkan 2x bantuan, dikabarkan karena dekat dengan RTnya.

Sementara yang ngontrak di rumah itu sama sekali belum pernah mendapatkannya.
lnikan ironis bangat, karena sang RT yang bersikap tebang pilih terhadap warganya.
Dan ini harus ditindak lanjuti, tegas lrma.

Maka dengan mengingat hal itu, lrma menghimbau kepada warga,” yang merasa belom membutuhkan bantuan itu di harap bisa bersubsidi silang dengan warga sekitar yang tidak atau belum mendapatkan. Dari pada anda berpura pura jadi orang susah toh nanti akan ketauan juga, pasti malu. Maka lebih baik diberikan pada yg membutuhkan hitung hitung anda beribadah tanpa mengodok kantong sendiri.” kata lrma mengakhiri pembicaraannya.

Rendra.G

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *