Kajati Maluku Utara Janji Kawal Kasus Remaja Putri Tewas Diperkosa Bergiliran

  • Whatsapp
Kajati Maluku Utara, Dade Ruskandar berjanji di hadapan massa mengawal kasus perkosaan yang berujung tewasnya remaja putri NU (18).

TERNATE, MonitoringJak.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara memberikan perhatian yang serius terhadap kasus pemerkosaan yang dilakukan secara bergiliran sejumlah pria kepada remaja putri berinisial NU (18) hingga tewas.

Bahkan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara, Dade Ruskandar berjanji akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

Bacaan Lainnya

“Kasus ini dijadikan perkara penting dan setiap tahapan saya akan ikuti sampai pada tuntutan,” kata Kajati saat menerima masa aksi unjuk rasa peduli korban pemerkosaan di gedung kejaksaan, Senin (18/10/2021).
.
Kajati juga menegaskan, tidak segan-segan menindak anak buahnya jika ada penyimpangan dalam penuntutan. “Kasus ini akan dilimpahkan ke Kejari Halteng. Olehnya itu saya pastikan tidak ada yang main-main,” tegasnya.

Kajati juga berjanji akan menuntut hukuman pelaku pemerkosaan yang setimpal. “Nanti dilihat pasalnya dulu, kalau belum maksimal pasalnya maka dimaksimalkan Sehingga ancaman hukumanya lebih berat dari ancaman hukuman mati,” katanya.

Dade juga menambahkan bahwa kejaksaan punya kewenangan untuk memasukkan pasal yang lain lebih berat atas pelaku kejahatan pemerkosaan.

Diketahui aksi pemerkosaan itu dilakukan oleh enam pemuda di Desa Lelilef Kecamatan Weda Tengah, dengan korban (NU) 18 tahun, di salah satu kamar kos.

Saat ini, empat dari enam pelaku pemerkosaan sudah ditangkap oleh jajaran Polres Halmahera Tengah, salah satunya kekasih korban.

Para pelaku diketahui berinisial DN asal Halbar (22), DK (22) asal Tidore Kepulauan dan OG (21) berasal dari Obi, Halmahera Selatan, HN (22) asal Halmahera Barat. Sementara dua pelaku lainnya masih buron. (NANG)

Baca Juga :   BNN Gerebek Kampus FIB USU, 31 Orang Ditangkap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *