Pemilihan Wakil Gubernur DKI, adalah amanat konstitusi : tidak ada kaitan dng Wabah Covid19

  • Whatsapp

Jakarta|monitoringjak.com
Merebaknya rumor terkait pendeskriditan terhadap agenda pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta yang dibgelar 06 April 2020, merupakan opini publik yang keliru.

Wabah Covid19, bukan agenda konstitusi. Sementara pilwagub DKI merupakan agenda konstitusi yang harus di jalankan sebagaimana sudah menjadi kesepakata bersama dalam mengisi kekosongan kepemimpinan di Ibukota Negara.

Bacaan Lainnya

Saya, mengapresiasi prosesnya. Dan saya mengenal dekat sosok Ariza Patria sebagai seorang yang memiliki Leadership yang baik. Tutur Ali sebagai Pemimpin Umum Jurnal Wicaksana Group.

Seiring opini yang hari ini dikembangkan, dengan menyebut bahwa ditengah wabah Covid19, kok dilakukan pemilihan wakil gubernur? Seolah mencerminkan mengenai kepemimpinan yang kurang baik ditengah wabah, masih sempat sempatnya melaksanakan agenda politik.

Hal ini menjadi sebuah persepsi yang keliru. Karena berbeda substansi dan agenda nya.

Dalam perspektif kemanusiaan, wabah Covid19 datang secara serta Merta dan meninbulkan keresahan di tengah masyarakat terutama ancaman kesehatan jiwa dan kehidupan nyawa manusia.
Namun, posisi wakil gubernur DKI yang sudah sejak lama melalui proses konstitusi adalah sebuah kewajiban Tata Negara yang memang tidak bisa ditunda dan harus segera dilaksanakan.

Untuk itulah, masyarakat harus memilah berbagai opini yang dikembangan oleh pihak pihak yang sebenernya ada tendensi dibalik opini tersebut.

Kepemimpinan DKI Jakarta sebagai Ibukota negara selama ini agak pincang, karena adanya kekosongan sejak Sandiaga Uno melenggang meninggalkan Anies Baswedan untuk menjadi kandidat Cawapres bersama Prabowo Subianto pada apemilu 2019 yang lalu.

Baca Juga :   Emanuel Melkiades : Harga Tes PCR Rp 300 Ribu, Perintah Presiden Harus Dilaksanakan

Ini satu pembelajaran untuk kita bersama, bahwa opini publik tidak serta Merta disikapi dengan spontanitas, namun harus diperhatikan secara detil agar tidak salah persepsi.

(Anr.jw001)

Pos terkait