Sudah di Rekomtek, Showroom Mobil Tak Sesuai IMB di Jaksel Tak Kunjung Dibongkar Satpol PP

  • Whatsapp
Bangunan Showroom mobil di Jalan Senopati Raya No.53 RT. 07/ 03 Kelurahan Selong, tak sesuai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah disegel.

JAKARTA, MonitorJak.com – Keberadaan sebuah bangunan Showroom mobil di Jalan Senopati Raya No.53 RT. 07/ 03 Kelurahan Selong, tak sesuai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah disegel oleh pihak Kasektor Citata Kecamatan Kebayoran Baru Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Namun, hingga saat ini Showroom mobil tersebut masih berdiri kokoh dan belum dilakukan pembongkaran oleh pihak Satpol-PP.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang didapat monitoringjak.com, instansi terkait sudah mengeluarkan Surat Perintah Bongkar (SPB) bahkan surat rekomendasi teknis (Rekomtek), hal ini menuai pertanyaan dikalangan pemerhati lingkungan baik LSM maupun Media.

Terkait permasalahan itu, Kepala Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Jakarta Selatan, Sukria membenarkan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan Surat Perintah Bongkar dan Rekomtek sudah di pihak Satpol PP atas sebuah bangunan Showroom mobil tak sesuai IMB.
“Itu sudah disegel dan SPB nya sudah dikeluarkan, bahkan sudah di Rekomtek,” kata Sukria ketika dihubungi melalui telepon sellulernya.

Ia mengungkapkan, memang ketika Surat Perintah Bongkar keluar dan sudah di Rekomtek seharusnya sudah dilaksanakan pembongkaran.

“Harusnya dilaksanakan pembongkaran, mengingat pihak kami sudah mengeluarkan SPBnya. Sekarang pembongkaran itu sudah domainnya Satpol PP Jakarta Selatan” ungkap Sukria.

Menanggapi masalah ini Ketua DPD Provinsi DKI Jakarta LSM Peduli Pembangunan Nasional (PPN) Ferdy mengatakan, “tidak ada alasan pihak Satpol PP untuk menunda atau tidak melaksanakan pembongkaran Showroom mobil yang berdiri tak sesuai dengan IMB apa lagi Rekomtek telah di terbitkan sekitar enam bulan yang lalu”, ujarnya, Rabu (6/10/20121).

Baca Juga :   Bangunan Ruko Lima Unit Tanpa IMB, Berdiri Atas Restu Kasektor Citata Kecamatan Cipayung

Ditambahkan Ferdy, “anggaran bongkar tidak ada atau belum cair selalu menjadi alasan klise untuk menegakan Peraturan Daerah, sehingga dapat diduga Satpol-PP Jaksel seakan-akan melindungi bangunan tersebut dengan mengulur-ulur waktu sampai finising”, tambah Ferdy.

Ketika Kasatpol PP Jakarta Selatan di konfirmasi monitoringjak.com melalui akun Whatssapnya, dia enggan untuk menjawab.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari Kasatpol PP Jakarta Selatan. (Anto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *